Search

Ketua STAI RAYA Hadiri Mu’tamar Ilmu Keislaman Langka; Refleksi Bersama Kemenag RI

Surabaya, Rabu 15 Oktober 2025. Ketua STAI RAYA, Muhyidin S. Hum., M.Pd. hadiri Muktamar Ilmu Keislaman Langka: Ilmu ‘Arudl, Ilmu Falak, Ilmu Hadits, dan Ilmu Warits bersama Kemenag Republik Indonesia *Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.* dan para Rektor se-Jawa Timur di bawah kopertais wilayah IV.

 

Kemenag RI dalam sambutannya ia menyampaikan Akhir-akhir ini ilmu keislaman yang langka selain yang empat itu adalah Ilmu Mantiq, saya menghimbau kepada para pimpinan perguruan tinggi yang mayoritas adalah kampus pesantren untuk mengadakan lagi kajian ilmu mantiq karena ilmu ini sudah benar-benar langka. Dulu pada masa _golden age_ Islam saat Abbasiyah berkuasa tidak ada pemisahan ilmu agama dan formal, ilmu dulu masih satu sehingga banyak sekali ulama’ Islam yang lahir sebagai ahli kedokteran, ahli kimia, ahli fisika sekaligus ahli sufi seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan lain-lain. Pasca runtuhnya Abbasiyah terjadilah sebuah pemisahan ilmu agama dan ilmu formal bahkan muncul istilah bid’ah khurafat, hal itu menyebabkan islam semakin mundur.

Jika Dharuriyah al-Khamsah adalah lima kebutuhan dasar atau tujuan syariat dalam Islam yang meliputi pemeliharaan agama (din), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan harta (mal). Kelima hal ini merupakan pilar utama kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat, dan hukum Islam ditegakkan demi melindungi serta menjaga kelima aspek tersebut agar tidak menimbulkan kerusakan, maka perlu kita tambah satu lagi yaitu _al-muhafadhatu ala al-biiah_ menjaga lingkungan. Mari kita lihat berapa jumlah korban yang mati akibat perang Israel dan perang-perang lainnya itu jumlahnya hanya sekitar 67.000 sementara korban bencana alam mencapat jutaan jiwa, maka mari kita rumuskan dan fokuskan untuk melangkah pada tambahan yang ke enam ini, yaitu menjaga alam.

Dalam sebuah penelitian, Islam Indonesia adalah muslim yang paling aman, damai dan sangat jauh dari konflik, ekonominya stabil maka jika Arab, Persia dan Eropa telah memimpin Islam maka di era ini estafet kepemimpinan Islam dunia akan dipimpin oleh Islam Indonesia, ujar kemenag RI tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top