Jember,23/10/2025, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Abdullah Yaqin (STAI RAYA) Mlokorejo Jember turut berpartisipasi dalam seminar internasional bertema “From Local Wisdom to Global Harmony” yang diselenggarakan oleh Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The 7th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) yang dihadiri oleh akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. H. Abdul Kadir Riyadi, Lc., MSSc., Ph.D., salah satu narasumber utama, menyampaikan gagasan penting mengenai peran kearifan lokal dalam membangun harmoni global. Menurut beliau, kearifan lokal merupakan ekspresi dari tiga aspek mendasar dalam kehidupan manusia, yakni keberagamaan, kecintaan terhadap ilmu, dan ekspresi kemanusiaan.

“Kearifan lokal selalu bersifat kontekstual, lahir dari kehidupan masyarakat yang unik dan dinamis (local life contextual),” ungkap Prof. Abdul Kadir Riyadi dalam paparannya. Ia juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap kearifan lokal tidak hanya penting untuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai landasan bagi penguatan nilai-nilai universal dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Dalam menjelaskan kerangka pemikirannya, Prof. Abdul Kadir Riyadi merujuk pada pandangan Michel Foucault tentang wacana (discourse) yang terbagi menjadi dua bentuk: teoritik (theoretical) dan praktik (practical). Ia menegaskan bahwa dalam konteks kearifan lokal, perilaku manusia merupakan penerjemahan dari pemahaman terhadap agama, yang menunjukkan bahwa praktik sosial tidak dapat dipisahkan dari dimensi spiritual dan intelektual masyarakat.
Melalui seminar ini, diharapkan para akademisi dapat terus mengembangkan perspektif keilmuan yang berakar pada nilai-nilai lokal namun tetap relevan dengan isu-isu global, sehingga mampu menciptakan harmoni dan perdamaian dunia yang berkelanjutan.





