Jember, 18 Juli 2025 — Dalam upaya memperluas wawasan global mahasiswa dan masyarakat akademik, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) RAYA Jember sukses menyelenggarakan International Webinar bertajuk “Unlocking Global Opportunities: Language, Literacy, and Life Abroad” pada Jumat, 18 Juli 2025 pukul 09.00 WIB secara daring melalui platform Zoom.
Webinar ini menghadirkan narasumber-narasumber inspiratif dari dua negara, Indonesia dan Kanada, yang membagikan pengalaman dan perspektif mereka tentang pentingnya penguasaan bahasa dan literasi dalam membuka peluang global di bidang pendidikan, karier, dan pengembangan diri.
Sebagai Keynote Speaker, Muhyidi, S.Hum., M.Pd., selaku Rektor STAI RAYA Jember, menyampaikan pandangan strategis mengenai peran pendidikan tinggi dan literasi sebagai fondasi dalam membentuk individu yang kompeten secara global. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi merupakan kunci untuk beradaptasi dan berkembang di tengah persaingan internasional.

Narasumber kedua, Sulfia Sari, M.A., seorang Indonesian LQA Specialist yang saat ini berkarier di Kanada, membagikan pengalaman transformasionalnya bekerja di luar negeri. Ia menyoroti bagaimana penguasaan bahasa dan kepekaan lintas budaya telah membantunya menembus dunia profesional internasional.
Sesi ketiga diisi oleh Halimatus Sya’diyah, S.S., M.Pd., Dosen Bahasa Inggris STAI RAYA Jember, yang membahas pentingnya pendidikan bahasa dan literasi kritis sebagai alat pemberdayaan, khususnya bagi komunitas marjinal. Ia mendorong para pendidik untuk menanamkan semangat global dalam pengajaran agar para peserta didik mampu melihat dunia lebih luas dan berani mengambil peran di dalamnya.
Dengan partisipasi aktif dari mahasiswa dan peserta dari berbagai institusi, webinar ini diharapkan menjadi pintu awal untuk menumbuhkan semangat global di kalangan generasi muda. Webinar ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan refleksi bersama mengenai langkah-langkah strategis untuk membangun kompetensi global melalui pendidikan bahasa dan literasi.
Language is not just a skill—it’s a passport to the world.





