Search

Dua Dosen STAI RAYA Jember Bahas Model Bisnis UMKM Berbasis Pesantren di RRI Jember

Jember, 21/04/2026_ Program siaran UMKM Bicara yang diselenggarakan oleh RRI Jember pada Senin, 20 April 2026 menghadirkan diskusi inspiratif bertema “Model Bisnis UMKM Berbasis Pesantren.” Kegiatan yang disiarkan secara langsung pukul 15.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber yang merupakan dosen dari STAI RAYA Jember, yakni Imro’atussholiha, S.Pd., M.Li., selaku Kepala BKBU sekaligus Waket II STAI RAYA dan Halimatus Sya’diyah, S.S., M.Pd., Dosen sekaligus Promotor UMKM PP Bustanul Ulum yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan unit usaha berbasis pesantren.

Dalam pemaparannya, Ibu Imroatus menjelaskan bahwa model usaha di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Mlokorejo dikembangkan melalui berbagai sektor yang saling terintegrasi. Pada model produksi, pesantren mengembangkan usaha kuliner halal yang bekerja sama dengan program OPOP, percetakan buku Barakah Raya, konveksi seragam Bustanul Ulum Konveksi, produksi air mineral galon Raya Water, serta pengelolaan kantin pesantren. Selain itu, model agribisnis juga menjadi kekuatan utama, meliputi pertanian yang bekerja sama dengan alumni produsen beras dan sayur untuk memenuhi kebutuhan kantin, peternakan ayam untuk penyediaan daging dan telur, serta perikanan melalui budi daya ikan lele.

Lebih lanjut, Ibu Halimatus menjelaskan adanya model koperasi pesantren (Kopontren) yang berfungsi sebagai pusat distribusi dan penjualan hasil produksi. Tidak hanya itu, sektor jasa juga turut dikembangkan, seperti layanan printing, laundry, serta layanan sosial berbasis digital yang mencakup perpanjangan SIM, pembayaran biaya pendidikan, hingga layanan agen perbankan. Seluruh model usaha tersebut dikembangkan dengan pendekatan hybrid, di mana santri dilibatkan sebagai produsen, distributor, sekaligus peserta edukasi kewirausahaan, sehingga mereka memperoleh pengalaman langsung dalam dunia usaha.

Dalam aspek pemasaran, Ibu Halimatus menjelaskan unit usaha pesantren memanfaatkan berbagai strategi, di antaranya melalui koperasi pesantren, jaringan OPOP, jejaring alumni, media sosial, serta berbagai kegiatan atau event pesantren. Sasaran pemasaran produk tidak hanya terbatas pada santri, tetapi juga menjangkau alumni, wali murid, hingga masyarakat umum. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus memberdayakan komunitas di sekitarnya.

Sejauh ini, Pemasaran produk PP Bustanul Ulum tidak hanya bisa menembus pasar lokal, tapi juga global International. Beberapa buku terbitan Barokah Raya Jaya kini sudah ada di Thailand dan Malaysia, imbuh Ibu Halimatus.

Melalui program UMKM Bicara ini, diharapkan model bisnis berbasis pesantren yang diterapkan di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Mlokorejo dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lain dalam mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan.

Kehadiran dua dosen dari STAI RAYA Jember dalam forum tersebut juga menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekonomi berbasis pesantren melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top